Followers

Sabtu, 17 September 2011

10 Kampus Berbintang di Indonesia


Ratifikasi universitas belakangan ini tidak ubahnya dengan ratifikasi hotel, yakni dengan menggunakan simbol bintang.
Bagaimana tidak, sebuah laman dengan nama QS Star Top University meratifikasi puluhan universitas di Indonesia dengan memberikan skor menggunakan simbol bintang.

Ada pun poin yang dinilai yakni penelitian, kepegawaian, pengajaran, infrastruktur, internasionalisasi, inovasi, dan keadministrasian.

Masing-masing poin tersebut diratifikasi, untuk menentukan berapa jumlah bintang guna menyandang predikat Universitas paling Tp versi QS STARS "Rated for Excellence" 2011. 

Berikut daftar Universitas paling Top versi QS STARS, yang dikutip:

1. Institut Teknologi Bandung (ITB) 
ITB mendapat skor bintang paling tinggi, yakni empat bintang. Kampus Ganesha ini mendapat lima bintang pada poin internasionalisasi dan teknologi engineering, empat bintang pada poin infrastruktur, dan inovasi, tiga bintang untuk penelitian, kepegawaian dan administrasi, serta satu bintang untuk pengajaran.

2.Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)
ITS mendapat tiga bintang pada QS STARS Rated for Exellence 2011, dengan perolehan bintang tertinggi pada poin infrastruktur, inovasi, dan administrasi, yakni sebanyak lima bintang. Empat bintang pada poin kepegawaian, tiga bintang untuk poin internasionalisasi, dua untuk pengajaran, serta satu binitang untuk penelitian.

3. Institut Pertanian Bogor (IPB)
Kampus ini merupakan kampus "bintang dua" pada QS STARS, dengan perolehan bintang terbanyak pada poin internasionalisasi sebanyak lima bintang, dan masing-masing empat bintang pada poin infrastruktur dan inovasi, tiga bintang untuk administrasi, masing-masing dua bintang untuk kepegawaian dan pengajaran, serta masing-masing satu untuk Pertanian dan penelitian.

4. Universitas Diponegoro (Undip)
Meski mendapat dua bintang, undip unggul di infrasturktur dan administrasi dengan memperoleh lima bintang. sebanyak empat bintang untuk poin internasionalisasi, tiga bintang untuk kepegawaian, dan masing-masing satu bintang untuk penelitian, pengajaran, serta inovasi.

5. Universitas Padjadjaran (Unpad)
Mendapat dua bintang secara keseluruhan, dengan bintang terbanyak pada poin internasionalisasi dan administrasi, empat bintang pada infrastruktur, tiga bintang untuk kepegawaian, dua bintang untuk penelitian dan masing-masing satu bintang untuk pengajaran dan inovasi.

6. Universitas Jember (Unjem)
Unjem menyandang kampus bintang dua dengan penyebaran bintang terbanyak pada poin infrastruktur dan administrasi, yakni sebanyak lima bintang. Masing-masing tiga bintang untuk internasionalisasi dan kepegawaian, dan masing-masing dua bintang untuk pengajran dan penelitian.

7. Universitas Gunadarma (Gundar)
Termasuk salah satu kampus bintang dua dengan perolehan skor lima bintang pada administrasi, maing-masing empat pada kepegawaian dan inovasi, tiga bintang untuk infrastruktur, dan masing-masing satu bintang untuk inovasi dan pengajaran. 

8. Universitas Katolik Parahiyangan (Unpar)
Secara keseluruhan, Unpar mendapat predikat bintang dua, dengan poin adminstrasi sebagai poin yang mendulang lima bintang, empat bintang pada infrastruktur, masing-masing tiga bintang untuk internasionalisasi dan kepegawaian, serta masing-masing satu bintang pada poin pengajaran dan inovasi.

9. Universitas Brawijaya (UB)
UB juga mendapat dua bintang untuk Rated for Exellence. Dengan penyebaraan masing-masing empat bintang untuk kepegawaian dan administrasi, masing-masing tiga bintang untuk infrastruktur dan inovasi, dua bintang untuk penelitian, serta maing-masing satu bintang untuk pengajaran dan internasionalisasi.

10. Universitas Bina Nusantara (Binus)
Binus mendapat dua bintang secara keseluruhan, dengan perolehan bintang terbanyak di poin infrastruktur, sebanyak empat bintang. Masing-masing tiga bintang pada kepegawaian dan administrasi, dua bintang untuk internasionalisasi, serta masing-masing satu bintang untuk penelitian dan pengajaran

sumber

Rabu, 07 September 2011

Berbagai Macam Pola Jaring Laba-Laba Yang Unik


Jaring laba-laba, mungkin saja merupakan struktur alam buatan hewan yang paling cantik dan ruwet. Tapi beberapa jenis laba-laba membuatnya lebih baik lagi. Mereka membangunnya selangkah lebih maju.
Beberapa jenis laba-laba menghias jaringnya bahkan lebih tertata dengan pola yang lebih kompleks, seolah-olah menunjukkan bahwa merekalah desainer alam terbaik di muka bumi. Kalau melihat gambar-gambar berikut ini memang tidak terlihat sempurna tapi cukup membuat kita bertanya mengapa mereka membuat konfigurasi ekstra ini.

Struktur jaring laba-laba ekstra ini memiliki nama ilmiah stabilimentum atau stabilimenta. Nama ini sebenarnya diambil secara tidak sengaja, bahkan muncul karena adanya kesalahan yaitu saat peneliti menduga bahwa pola ini bertujuan untuk membuat jaring laba-laba stabil. Teori ini belakangan dibantah.

Sepertinya fungsi dari pola ekstra ini bisa bermacam-macam. Laba-laba membangun pola ini sendiri berkali-kali mungkin sampai sepuluh kali. Beberapa diantaranya membuat pola ini tidak berasal dari jaringnya sendiri melainkan dari sisa-sisa apa saja termasuk dari bekas telurnya sendiri atau apa saja yang ada di dekat jaringnya.

Pola jaring ekstra ini bisa ditemukan diantara sejumlah spesies laba-laba – tapi contoh terbaiknya adalah yang dari jenis Argiope. Pola ekstra ini, seringkali hampir presisi secara matematis dengan sudut 45 derajat, sepertinya dibuat untuk “memelarkan” tubuh mereka sehingga membuatnya lebih tidak menarik predatornya. Kadang-kadang pola ini mengarah vertikal dan laba-laba yang lebih muda mungkin membuatnya berbentuk seperti piringan.

Menjawab pertanyaan mengapa pola ekstra ini dibuat sepertinya menjadi tidak sederhana. Beberapa menganggapnya memberikan perlindungan ekstra karena membuat laba-laba terlihat lebih besar atau sebagai kamuflase. Atau sebaliknya justru membuatnya lebih terlihat dibanding jaringnya sendiri sehingga membuatnya makin mudah terlihat oleh misalnya burung. Lebih seperti “rambu stop” untuk hewan lainnya.
Belakangan disebutkan bahwa stabilimenta digunakan untuk lebih menarik mangsa laba-laba. Sering lihat serangga di malam hari berkumpul mendekati cahaya lampu? Pola ekstra jaring laba-laba ini diyakini mampu memantulkan sinar ultraviolet sehingga meanrik lebih banyak lagi mangsa untuk mendekati jaring. 

Thermoregulation, teori ini menyebutkan bahwa pola ekstra ini membantu laba-laba menjaga suhu tubuhnya optimal untuk bertahan hidup dalam cuaca apapun.

Adapula yang menyebutkan bahwa laba-laba memiliki estetika – seperti manusia yang juga memiliki estetika – seperti yang juga ditunjukkan hewan lainnya untuk memperbaiki lingkungan sekitarnya untuk mengejar sesuatu.

Bisa saja, dorongan reproduksi menjadi alasan mengapa pola ekstra ini dibuat. Saat seekor betina siap untuk bereproduksi cara apalagi yang lebih baik untuk menarik sang jantan selain mempercantik jaringnya?

Pola ekstra ini paling banyak memang dibuat dari jaringnya sendiri selain beberapa jenis mengkombinasikannya dengan benda apa saja di dekatnya. Pada jenis Nephila, sisa-sisa mangsa pun ikut ditempelkan pada pola ini dengan maksud lebih menarik mangsa lainnya lagi.
Apapun alasannya, hal ini menunjukkan di luar sana ada banyak keajaiban alam yang tidak kita sadari terjadi tiap hari. Bahkan dilakukan oleh binatang kecil yang hampir kita tidak pernah mempedulikannya.

sumber: http://strano66.blogspot.com/2010/09/berbagai-macam-pola-jaring-laba-laba.html 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...