Followers

Senin, 23 Mei 2011

11 Cara Membuat Balita Cerdas

 
ANAK BALITA punya kemampuan luar biasa untuk menyerap kepandaian dan informasi baru dibandingkan anak yang berusia lebih tua. Penelitian menunjukkan, mengenalkan pada kegiatan membaca, bahasa, dan matematika sejak usia balita, akan membuat mereka lebih mudah menangkap pelajaran tersebut nantinya.

Berikut sejumlah cara yang bisa mendorong serta melatih mereka agar memiliki otak cerdas.

  1. Mengajak bicara. Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak jadi tahu, dia merupakan pusat perhatian Anda. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.
  2. Pilih buku anak-anak dengan huruf yang besar dan gambar yang jelas. Hal ini akan menolong anak mengerti apa yang mereka lihat dan juga pelan-pelan belajar membaca kata.
  3. Beli kaset/VCD/DVD berbahasa asing. Akan lebih mudah untuk anak balita menangkap bahasa asing daripada di kemudian hari.
  4. Beli software komputer untuk anak balita. Banyak software yang melatih kemahiran menggunakan keyboard karena sebelum berusia 2,5 tahun anak cenderung sulit menggunakan mouse.
  5. Beli huruf abjad yang terbuat dari plastik dan simpan di kamar mandi. Setiap kali mandi, perkenalkan huruf baru dan lakukan berulang-ulang hingga anak hafal. Dengan cara itu, pelan-pelan anak akan mulai belajar adanya hubungan antara berbicara dan menulis di dalam bahasa.
  6. Selalu lakukan pengulangan. Banyak orang tua merasa frustrasi jika anaknya berulang-ulang membaca satu halaman di buku yang sama atau menonton film/VCD yang itu-itu saja. Jangan sebal dan panik! Ini merupakan suatu bagian penting di mana anak mengenal proses informasi.
  7. Beli huruf-huruf dan angka-angka yang terbuat dari magnet. Hal ini memungkinkan anak bermain sambil belajar di depan lemari es. Kenalkan kata-kata yang baru setiap minggu.
  8. Bacakan satu cerita setiap hari. Baca dengan intonasi dan ekspresi seperti kita sedang bermain drama.
  9. Ingat, pendidikan jasmani berhubungan langsung dengan pendidikan akademis. Penelitian menunjukkan, perkembangan otak juga berhubungan erat dengan pendidikan jasmani, seperti merangkak sebelum usia 1 tahun. Jika Anda dan si balita sering melakukan aneka kegiatan olahraga bersama, ini dapat menambah perkembangan fisik serta otak anak. Entah itu berlari-lari, naik kuda, berenang, dan lainnya.
  10. Ingat, pendidikan jasmani berhubungan langsung dengan pendidikan akademis. Penelitian menunjukkan, perkembangan otak juga berhubungan erat dengan pendidikan jasmani, seperti merangkak sebelum usia 1 tahun. Jika Anda dan si balita sering melakukan aneka kegiatan olahraga bersama, ini dapat menambah perkembangan fisik serta otak anak. Entah itu berlari-lari, naik kuda, berenang, dan lainnya.
  11. Beli satu set pelajaran dan pendidikan untuk anak balita. Termasuk di dalamnya buku-buku, video, kaset, dan bagaimana caranya mengajarkannya. Baca dan belajarlah berdua anak. Membeli ensiklopedia bergambar khusus untuk anak pun tak ada salahnya.

7 Hal yang TIDAK boleh dilakukan Setelah Makan


Makan merupakan salah satu kegiatan rutin kita setiap hari. Setiap makhluk yang bernafas juga pasti makan. Dan bagi sebagian orang makan adalah hobi buat mereka. Karena apa, karena berpengaruh sekali terhadap tubuh kita apapun yang kita makan. Alangkah baiknya jika kita makan makanan yang baik pula. Sebenarnya ada beberapa hal yang tidak dianjurkan setelah kita makan.

Berikut 7 hal yang tidak boleh dilakukan setelah makan seperti :

1. Jangan Merokok
Penelitian dari para ahli membuktikan bahwa merokok sebatang rokok setelah makan sama dengan merokok 10 rokok (kemungkinan terserang kanker lebih besar).

2. Jangan langsung makan Buah-Buahan

Langsung makan buah-buahan setelah makan akan menyebabkan perut dipenuhi dengan udara. Untuk itu makanlah buah-buahan 1-2 jam setelah makan atau 1 jam sebelum makan.

3. Jangan minum Teh

Karena daun teh mengandung kandungan asam yang tinggi. Kandungan ini akan menyebabkan kandungan protein pada makanan yang telah kita konsumsi sulit untuk dicerna.

4. Jangan melonggarkan Ikat Pinggang
Melonggarkan ikat pinggang setelah makan akan menyebabkan usus terbelit dan terhalang.

5. Jangan Mandi
Mandi akan menaikan aliran darah ke tangan, kaki dan seluruh badan yang menyebabkan jumlah darah disekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan sistem pencernaan di dalam perut kita.

6. Jangan Jalan-Jalan
Berjalan akan menyebabkan sistem pencernaan tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan yang telah kita makan.

7. Jangan langsung Tidur
Langsung tidur setelah makan menyebabkan makanan yang kita makan tidak dapat dicerna secara baik. Hal ini akan mengakibatkan usus mengalami pengembungan dan peradangan.

Bisa kan hal-hal kecil ini kita biasakan setiap kali kita habis makan? Sayang-sayanglah pada kesehatan kita. Lebih baik mencegah kan daripada mengobati.



Source : http://indobestseller.wordpress.com/2010/05/30/7-kebiasaan-yang-dilarang-setelah-selesai-makan/

Tips Mengatasi Rasa Takut Anak

 
Banyak anak yang merasa takut pada sesuatu seperti gelap, petir, benda atau binatang tertentu, atau saat harus mencebur ke kolam renang. Karena memang banyak anak mengalaminya, maka orangtua pun tak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang serius. Jadi dibiarkan saja. Toh perasaan itu akan hilang dengan sendirinya setelah mereka tumbuh dewasa, begitu pikir para orang tua.

Pemikiran seperti itu, sebenarnya tidak salah. Karena memang banyak anak yang lantas tidak takut lagi pada gelap, petir, anjing dan kolam renang setelah usianya bertambah. Dan munculnya rasa takut yang sepeti itu di masa pertumbuhan adalah hal yang wajar. Normal.

Tetapi jika ketakutan mereka sampai membuatnya menangis kencang apalagi histeris, panik dan bahkan kejang, maka wajib bagi orangtua untuk mengatasinya. Sebab akibatnya tidak ringan dan bersifat permanen, alias seumur hidup, jika dibiarkan. Rasa takut itu tentu tak bisa hilang seketika melainkan sedikit demi sedikit. Dan inilah beberapa cara yang bisa ditempuh orang tua untuk membantu si kecil mengatasi rasa takutnya itu.

  • Menyadari Kalau Itu Normal
    Semua orang yang normal apalagi anak-anak pasti punya rasa takut. Karena itu Anda tak perlu khawatir selama rasa takutnya tak berlebihan.
  • Cari Penyebabnya
    Mencari tahu apa yang membuat anak ketakutan sangat lah penting. Karena itulah cara termudah untuk menemuka solusinya. Jadi, misalnya anak takut pada kegelapan, Anda bisa menanyakan apa yang membuatnya takut. Setankah atau apa? Kalau dia menjawab setan, tanyakan lagi apa yang dia ketahui tentang mahluk tersebut? Pernahkah dia melihatnya? Kalau belum, mengapa dia berpikir bahwa setan menakutkan?
  • Pahami Ketakutannya
    Sekali lagi, rasa takut itu normal. Karena itu, Anda harus bisa menerima ketakutan anak. Jangan katakan bahwa ketakutannya tak masuk akal, atau itu perasaan orang bodoh. Hal itu tak membuat rasa takutnya berkurang. Karena takut adalah perasaan yang tak bisa dijelaskan dengan akal. Yang namanya takut, ya takut. Dan yang diutuhkan seseorang saat ketakutan hanya satu: perlindungan atau sesuatu yang bisa membuatnya merasa aman.
  • Jujurlah Padanya
    Anak-anak sering mengira orang dewasa tak pernah merasa takut. Karena itu, ada baiknya Anda menunjukkan padanya bahwa Anda juga punya rasa takut. Misalnya, pada anjing. Perasaan tersebut perlu Anda ungkapkan pada si kecil, tetapi dengan sikap, ekspresi dan kalimat yang menenangkan. Misalnya, "Ibu juga tak suka pada anjing besar itu. Tapi kalau kita tak menyakitinya, dia juga tak kan menggigit kita." Ini akan lebih baik daripada Anda bilang, "Jangan takut, anjing itu tak kan menggigit kita," tapi saat anjing tadi bergerak, Anda lari terbirit-birit.
  • Jangan Dipaksa
    Jangan menggunakan paksaan sebagai cara untuk menghilangkan ketakutan anak. Misalnya dengan memaksanya mencebur ke dalam kolam. Ajaklah dia bermain di pinggir kolam atau di bagian yang dangkal lebih dulu. Setelah dia tampak menikmati, ajaklah untuk mulai berenang. Jika dia amsih takut, biarkan dulu. Nanti, setelah dia benar-benar siap, ulangi ajakan itu.
  • Bantu Membuat Strategi
    Jika anak takut pada kegelapan, pasanglah lampu tidur di samping ranjangnya. Atau berikan dia boneka beruang atau binatang lain yang dia sukai, yang besar, yang bisa dia peluk saat tidur. Ini akan sangat membantu.
  • Jangan Takut-Takuti Anak
    Kebiasaan orangtua menakut-nakuti anak, seperti mengatakan, "Hiii.." bila tiba-tiba lampu mati. Atau mengatakan, "Awas lho, setan suka sekali makan anak yang nakal." Bahkan kalimat yang sederhana, "Biar, biar digigit anjing," juga sangat tidak baik karena bisa menumbuhkan rasa takut yang tidak beralasan pada anak. Sebab dengan kalimat tersebut, Anda telah menumbuhkan kesan bahwa ruang yang gelap itu menakutkan, setan suka makan anak-anak, dan anjing suka menggigit anak-anak.
  • Minta Bantuan Psikiater
    Bila rasa takut anak berlebihan dan berbagai upaya di atas ternyata tak membuahkan hasil, tak ada salahnya kalo minta bantuan psikiater untuk mengurangi ketakutan si kecil.

Penyebab Orang Anoreksia Takut Makan

img


California, Kebanyakan orang mencari makanan untuk memuaskan lidah dan perut. Tapi bagi penderita anoreksia, makanan adalah hal yang harus dihindari. Mengapa orang anoreksia takut atau tidak doyan makan?

Sebuah studi di University of California akhirnya mengungkapkan alasan mengapa orang yang menderita anoreksia tidak doyan atau menghindari makanan.

Studi yang dipimpin Walter Kaye, profesor psikiatri di University of California, San Diego School of Medicine, menemukan bahwa makanan dapat mempengaruhi bagian otak yang memicu kecemasan pada orang yang menderita anoreksia.

"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan alasan biologis mengapa individu dengan anorexia nervosa memiliki respons paradoks terhadap makanan," kata Kaye, seperti dilansir Indiavision, Senin (23/5/2011).

Kebanyakan orang mencari makanan untuk mencari pengalaman yang menyenangkan serta bermanfaat untuk tubuh. Tetapi orang dengan anoreksia nervosa sering mengatakan makanan membuatnya lebih cemas dan penolakan makanan akan membuatnya merasa lebih baik.

Riset selama satu dekade terakhir telah memberikan pengetahuan baru ke dalam mekanisme otak yang berkaitan dengan aspek menyenangkan dari makanan. Salah satu bahan kimia otak tersebut adalah dopamin, yang dilepaskan ketika orang atau hewan mengonsumsi makanan lezat.

Studi baru yang dilakukan Walter Kaye menggunakan teknologi pencitraan otak yang disebut Positron Emission Tomography (PET), yang memungkinkan visualisasi fungsi dopamin di otak.

Untuk memprovokasi kadar dopamin di otak, ilmuwan memberikan dosis amfetamin, yang dapat melepaskan dopamin di otak.

Pada wanita sehat tanpa gangguan makan, amphetamine akan merangsang pelepasan dopamin yang terkait dengan perasaan senang ekstrem di bagian otak yang dikenal sebagai pusat 'hadiah'.

Namun, pada orang yang memiliki anorexia nervosa, amfetamin membuatnya merasa cemas dan bagian otak yang aktif adalah sebaliknya, yaitu yang membuatnya merasa khawatir. Inilah yang akhirnya membuat penderita anoreksia menghindari makanan.

Jika kebanyakan orang memiliki kesulitan besar dalam diet dan berat badan, individu dengan anorexia nervosa dapat diet dengan sendirinya, bahkan hingga mengancam jiwanya.

Berdasarkan studi baru yang telah dipublikasi dalam laporan International Journal of Eating Disorders, gangguan makan ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi karena kelaparan,

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...